Oleh: Reni Sumarni
Di bulan Ramadhan pada hari selasa (18-3-2025), serangan bom terjadi lagi di Gaza, padahal siang harinya kedua belah pihak telah melakukan gencatan senjata, tapi pada saat malam harinya kembali diserang dengan brutal dan kondisinya jauh lebih buruk. Penduduk di Palestina sudah tidak punya apa-apa lagi untuk melindungi dari serangan udara dan tembakan artileri bahkan dari sinar matahari sekalipun. Inilah pernyataan dari juru bicara kelompok dakwah ideologis internasional di Palestina yang menggambarkan pada saat Gaza dibom. Banyak yang terluka dan mayat berserakan hingga bagian tubuh korban pun sulit sekali untuk dikumpulkan, selain itu sebelum pengeboman terjadi terlebih dahulu mereka telah dikepung hingga para martir tidak mempunyai tempat untuk mengadakan azzaa (pertemuan berkabung).
Hampir 400 orang syahid dalam semalam dan korban kebanyakan dari anak-anak dan perempuan dalam kondisi tubuh mereka yang bertumpuk bersimbah darah. Selain itu Brigade Al Quds sayap militer Jihad Islam Palestina (JIP) yang bernama Naji Abu Saif atau dikenal dengan Abu Hamza beserta istrinya menjadi korban dalam serangan udara Israel di jalur Gaza juga menewaskan anggota keluarganya di kampung pengungsi Nuseira Gaza Tengah. Penyerangan penjahat Zionis Yahudi ini mendapat lampu hijau dari Trump, dan digambarkan lebih brutal dan lebih keras seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal," ucapnya.
KTT arab dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) tidak bisa berbuat apapun untuk rakyat Gaza, bahkan mereka tidak bisa menyusun satu kata pun untuk menghentikan pertumpahan darah rakyat Gaza, jangankan mengusir Zionis Yahudi dari tanah Palestina membela rakyat Gaza dari kekejaman Israel pun mereka tidak bisa. Seandainya kaum muslim bersatu dan berani menyuarakan perang kepada Zionis Yahudi, ini semua tidak akan terjadi.
Saat kaum muslim di negara lain merayakan Ramadhan dengan penuh suka cita, berbuka dan sahur dengan makanan layak, tapi hal ini tidak terjadi di Gaza, bahkan mereka terancam kelaparan. Dan bantuan makanan yang masuk pun harus seijin Israel, sungguh sangat miris sekali nasib saudara kita di Gaza, yang bertahun-tahun harus menderita karena kekejaman Zionis Yahudi.
Kebencian Zionis Yahudi terhadap kaum muslim di Palestina menjadi salah satu penyebab serangan ini terjadi. Mereka tidak ingin kaum muslim merayakan bulan Ramadhan dengan suasana khidmat, hinggal timbul rasa iri dan berencana memusnahkan seluruh kaum muslim di Gaza, dan Amerika adalah sumber dari kejahatan yang menimpa umat Nabi Muhammad saw. "Kebencian para pemimpinnya terhadap agama ini dan para pengikutnya sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia." Hingga pada akhirnya rakyat Gaza berbuka puasa dengan rasa lapar bahkan saat melaksanakan shalat Tahajud sepanjang malam masih bersimbah darah para korban.
Sedangkan para penguasa dunia muslim tidak mau disalahkan padahal jelas bahwa mereka sudah mengkhianati kaum muslim di Palestina karena diamnya mereka terhadap apa yang terjadi di Gaza adalah bukti yang nyata. Suatu hari nanti mereka akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah karena tidak mau membantu Gaza, hanya karena takut pada negara kafir yang mendukung Israel atau alasan lainnya yang tidak masuk akal. Sehingga mereka diam seribu bahasa atas pambantaian yang terjadi di Gaza.
Kita harus terus berjuang untuk membela saudara kita di Gaza, salah satunya dengan mengirimkan tentara militer untuk membantu berperang melawan Zionis Yahudi, karena dengan kekuatan kaum muslim agar tetap bersatu maka perang bisa dimenangkan oleh kaum muslim, tapi sekali lagi kita belum bisa mewujudkan persatuan ini apabila negara Islam belum tegak.
Dan yang memiliki wewenang mengirim pasukan militer untuk membantu Palestina adalah seorang pemimpin negara (Khalifah), dibawah naungan daulah khilafah Islamiyah karena pemimpin adalah junnah (Perisai) pelindung bagi umatnya. Hanya dengan Jihad dan Khilafah maka kaum muslim di Palestina bisa segera bebas dari penjajahan orang-orang kafir Zionis Yahudi.
Kita harus terus berjuang mempertahankan tanah Palestina dan membela saudara kita disana. Seperti bunyi hadist ini : "bahwasanya kaum muslim itu ibarat satu tubuh apabila ada salah satu bagian tubuh yang sakit maka yang lain juga akan ikut sakit". begitu juga dengan kondisi saat ini di Gaza, saudara kita sedang menderita maka layaknya saudara seiman kita juga merasakan penderitaan mereka disana
Dan untuk mewujudkan Khilafah tegak dengan kepemimpinan seorang Khalifah yang bisa kita lakukan saat ini adalah mendakwahkan Islam ke tengah-tengah umat, agar umat faham akan pentingnya negara dan pemimpin yang melaksanakan syariat Islam secara kaffah, sehingga umat sendirilah yang merindukannya, dan yang paling penting juga tentunya kita harus senantiasa terus mendo'akan saudara kita di Palestina agar segera mendapatkan pertolongan dari Allah SWT karena do'a adalah salah satu senjata kaum muslim. Wallahu a'lam bishshowab.(Red)